Cara Buat SIM, Biaya Dan Prosedur yang Harus Dilakukan

Cara Buat SIM – Apabila terjadi suatu operasi polisi di jalanan, pastilah menanyakan tentang kelengkapan kendaraan bermotor seperti STNK dan SIM. Oleh pihak polisi kepemilikan SIM sangat diwajibkan bagi pengendara bermotor entah itu mobil maupun sepeda motor. Hal ini dikarenakan SIM merupakan sebuah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan berkendara dijalan raya.

Hal diatas mengacu pada pasal 77, ayat 1 undang-undang no.22 tahun 2009 yang menyatakan bahwa setiap pengendara bermotor diwajibkan memiliki sebuah SIM yang sesuai dengan kendaraan yang digunakan. Publik juga beropini ketika mereka tidak melengkapi SIM ketika berkendara lantaran ia masih belum mengetahui cara memuat SIM. Mungkin hal tersebutlah yang menjadi alasan untuk tidak memiliki surat izin berkendara. Namun semua proses yang harus dilakukann harus dipenuhi.

Cara Membuat SIM

Cara Membuat SIM (prfmnews.com)

Jika ditelisik secara mendasar bahwa keberadaan SIM sendiri tidak hanya sebuah kartu identitas layaknya e-KTP, namun lebih dari tanda bukti anda lihai dalam berkendara. Selain itu tidak banyak yang mengetahui bahwa SIM sendiri merupakan tolak ukur dari sisi pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor. Maka dari itu disini kami akan memberikan beberapa tahapan cara membuat SIM dengan berbagai golongan dan tingkatan.

GOLONGAN SIM A

  • SIM A : Untuk kendaraan bermotor roda 4 dengan berat yang diperbolehkan, tidak lebih dari 3,500 kg
  • SIM A khusus : untuk kendaraan bermotor roda 3 dengan karoseri (kajen VI) yang digunakan untuk mengangkut barang
  • SIM B1 : kendaraan bermotor dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1,000 kg
  • SIM B2 : kendaraan bermotor yang menggunakan kereta tempelan dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1,000 kg
  • SIM C : kendaraan bermotor roda 2 yang dirancang dan dibentuk memiliki kecepatan 40 km/ jam
  • SIM D : SIM khusus bagi pengemudi yang menyandang disibalitas/berkebutuhan khusus.

Akan tetapi untuk lebih memudahkan bagi seorang pengemudi yang sudah memiliki SIM dan tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang dipakai. Pihak polisi mengeluarkan kebijakan dengan mengijinkan tetap memakai SIM yang lama agar tidak repot dan mengganti sim yang baru. Namun tidak semua SIM bisa berlaku untuk lebih jelasnya seperti data dibawah ini.

  • SIM A umum dapat berlaku untuk kendaraan bermotor yang mana harusnya memakai SIM A
  • SIM B1 dapat juga digunakan sebagai pengendara bermotor yang seharusnya memakai SIM A
  • SIM B1 umum dapat berlaku digunakan untuk kendaraan bermotor yang harusnya memakai SIM A, SIM A umum dan SIM B1
  • SIM B2 bilamana dapat digunakan untuk kendaraan bermotor yang mestinya memakai SIM A dan SIM B1
  • SIM B2 juga dapat dipergunakan sebagai pengendara bermotor yang mestinya harus memakai SIM A, SIM A umum, SIM B1, SIM B umum dan SIM B2.

Batas Usia Membuat SIM

  • SIM A : 18 tahun
  • SIM B1 : 20 tahun
  • SIM B2 : 20 tahun
  • SIM C : 17 tahun
  • SIM D : 17 tahun

Syarat Administratif

  1. Memiliki kartu tanda penduduk (KTP)
  2. Mengisi formulir pendaftaran
  3. Sehat jasmani dan rohani
  4. Lulus ujian (teori dan praktek) serta mengikuti klinik mengemudi untuk mendapatkan (SKUKP)

Akan tetapi untuk pembuatan SIM secara persorangan juga terdapat beberapa syarat yang penting seperti untuk membuat SIM A umum harus terlebih dahulu memiliki SIM A selama 12 bulan atau lebih. Untuk membuat SIM B1 umum harus terlebih dahulu memiliki SIM B1/SIM A umum kurang lebih harus 12 bulan. Apabila untuk membuat sebuah SIM B2 umum harus memiliki SIM B2/SIM B1 kurang lebih 12 bulan.

Syarat Umur Buat SIM Umum

  • SIM B1 Umum : 22 tahun
  • SIM B2 Umum : 23 tahun

Syarat Administratif

  1. Memiliki kartu tanda penduduk (KTP)
  2. Mengisi formulir permohonan
  3. Sehat jasmani dan rohani
  4. Berpakaian rapi dan sopan
  5. Lulus ujian (teori dan pratek)

Prosedur Membuat SIM Umum

  • Bawa foto copy KTP sebanyak 5 lembar sebagai bahan perlengkapan serta tidak lupa membawa map
  • Mengikuti tes kesehatan jasmani dan rohani
  • Ambil formulir yang biasanya untuk biaya tergantung dari kebijakan antar daerah masing-masing
  • Bayar asuransi Rp, 30,000 *bersifat tidak wajib
  • Mengisi formulir yang kemudian diserahkan ke loket petugas yang sedang berjaga
  • Mengikuti tes teori (tulis) setelah lulus maka akan dilanjutkan ke tes praktik
  • Mengambil sim yang sudah jadi apabila Anda berhasil lulus dari tes praktik